Bookmaker artbetting.co.uk - Bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker artbetting.gr - Bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium bigtheme.net by bigtheme.org

Selamat Datang, Terima kasih kepada Anda yang telah memilih MTS Negri 1 Mataram sebagai tempat menuntut Ilmu, Semoga Anda menjadi siswa yang ISLAMI, TERAMPIL dan BERPRESTASI

Direktur GTK Madrasah Tinjau Proses Belajar Mengajar di Tenda Darurat NTB

MTsN 1 Mataram September 18, 2018 0
Direktur GTK Madrasah Tinjau Proses Belajar Mengajar di Tenda Darurat NTB

Direktur GTK Madrasah Tinjau Proses Belajar Mengajar di Tenda Darurat NTB

  • Kamis, 13 September 2018 08:13 WIB

Lombok (Kemenag) — Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Suyitno meninjau¬†proses belajar mengajar di ruang kelas darurat MTs N 1 Mataram, Rabu (12/9).

Kegiatan belajar mengajar MTs N 1 Mataram dilakukan di tenda-tenda darurat dan sebagian di mushala.

Suyitno juga ikut menyampaikan materi IPA kelas VIII tentang gaya di tenda darurat. Hal ini disambut antusias oleh para siswa.

“Luar biasa, di tengah-tengah kita yang sedang terkena musibah, kita tetap belajar seperti biasa.” kata Suyitno di ruang kelas tenda darurat hasil bantuan dari Kementerian Agama.

Guru Besar UIN Palembang ini juga mengapresiasi semangat segenap unsur madrasah yang tetap gigih melaksakan kegiatan belajar mengajar di tengah musibah gempa yang menimpa lombok.

“Ini menandakan madrasah tetap hebat, madrasah tetap tangguh termasuk gurunya juga tetap hebat,” sebut Suyitno.

Di akhir kesempatan, ia juga berpesan dan memberikan motivasi pada para siswa untuk tetap konsisten dan belajar maksimal. “anak-anak harus tetap konsisten, tetap belajar maksimal,” katanya di hadapan siswa kelas VIII.

Menurut Wakil Kepala Madrasah MTs N 1 Mataram, Mohammad Rifai siswa sempat mengalami trauma akibat gempa yang terjadi. “Baru beberapa hari setelah gempa, anak-anak ada yang trauma. Semua pembelajaran dilakukan di tenda dan mushola,” kata Rifai.

Rifai berharap kegiatan belajar mengajar bisa kembali seperti sedia kala. “Harapannya pembelajaran kembali normal, dari total 26 ruang kelas ada 10 kelas yang terdampak serius,” pungkasnya

Leave A Response »